TEKNIK
PENGAMBILAN DAN ANALISIS DATA
Beberapa metode
pengumpulan data:
1.
Sumber Dokumentasi
Sumber dokumentasi dilakukan dengan cara pengumpulan data secara
dokumentasi. Harus diselidiki terlebih dahulu apakah sudah ada peneliti
menggunakan data tersebut untuk keperluan suatu topik penelitian, apakah topik
yang akan diselidiki sekarang mempunyai kemiripan. Bila ya, kajian mana yang
perlu ada perbaikan atau perlu mendapatkan penekanan.
Keuntungan menggunakan data dokumentasi:
a.
Data dokumentasui dapat memberikan
informasi akurat, dimana ditempatlain sulit atau tidak mungkin mendapatkannya.
b.
Sebagai suatu data informasi mudah
didapatkan. Hal tersebut dapat menghemat waktu dan penggunaan laboratorium.
Kelemahan menggunakan data dokumentasi:
a.
Jika peneliti tidak hati-hati,
kekeliruan dalam mengutip data akan menimbulkan kepalsuan dalam informasi dan
ketidakcocokan pada tujuan yang akan diteliti.
b.
Kemungkinan pengutipan data tidak
akurat disebabkan tinjauan populasi berbeda.
c.
Ada kemungkinan data sudah usang
akibat perubahan di masyarakat terlalu cepat.
d.
Databersifat pasif tidak bisa
mengembangkan dengan situasi yang ada.
2.
Observasi
Observasi adalah metode yang cukup mudah dilakukan untuk pengumpulan
data. Penggunaan metode ini sangat dipengaruhi oleh interesnya sang peneliti.
Observasi ini lebih banyak digunakan pada statistika survei, misalnya akan
meneliti kelakuan orang-orang suku tertentu. Observasi ke lokasi yang
bersangkutan akan dapat diputuskan alat ukur mana yang tepat untuk digunakan.
Keuntungan observasi:
a.
Pada kasus dimana perolehan data
dengan metode lain kurang memuaskan dapat dipertegas dengan observasi lapangan
sehingga menjadi lebih akurat.
b.
Dalam waktu yang bersamaan
peneliti dapat dengan mudah mengambil responden yang mungkin dengan
pertimbangan khusus untuk mengambil tindakan (mengganti atau mengulangi).
Kelemahan observasi:
a.
Akan sangat mudah terjadi bias
dalam pelaporan hasil observasi karena data yang diperoleh bersifat subyektif.
b.
Apabila tujuan yang diteliti ingin
mengungkap kejadian masa lalu dengan metode observasi tidak bisa digunakan.
3.
Angket
Angket adalah bentuk pertanyaan-pertanyaan yang sudah disusun
sedemikian urut untuk dapat dijawab oleh responden. Pertanyaan biasanya
dilengkapi dengan petunjuk yang jelas. Ada kemungkinan muncul pertanyaan yang
membingungkan, ada kemungkinan mendapat jawaban yang menyimpang atau bahkan
tidak terjawab. Pengembalian hasil angket yang telah dijawab juga merupakan
suatu mesalah tersendiri seyogyanya perlu ada motivasi-motivasi khusus yang
mendorong responden mengembalikan angket.
Keuntungan angket:
a.
Bila lokasi responden jaraknya
cukup jauh, metode pengumpulan data yang paling mudah adalah dengan angket.
b.
Pertanyaan-pertanyaan yang sudah
disiapkan adalah merupakan waktu yang efisien untuk menjangkau responden dalam
jumlah banyak.
c.
Dengan angket akan memberi
kesempatan mudah pada responden untuk mendiskusikan dengan temannya apabila
menemui pertanyaan yang sukar dijawab.
d.
Dengan angket responden dapat
lebih leluasa menjawab dimana saja, kapan saja, tanpa terkesan terpaksa.
Kelemahan angket:
a.
Apabila penelitian membutuhkan
reaksi yang sifatnya spontan dengan metode ini adalah kurang tepat.
b.
Metode ini kurang fleksibel,
kejadiannya hanya terpancang pada pertanyaan yang ada.
c.
Jawaban yang diberikan oleh
responden akan terpengaruh oleh keadaan global dari pertanyaan. Sangat mungkin
jawaban yang sadah diberikan di atas secara spontan dapat berubah satelah
melihat pertanyaan di lain nomor.
d.
Sulit bagi peneliti untuk
mengetahui maksud dari responden apakah sudah terjawab atau belum.
e.
Ada kemungkinan terjadi respon
yang salah dari responden. Hal ini terjadi karena kurang kejelasan pertanyaan
atau karena keragu-raguan responden menjawab.
Harapan karakteristik pertanyaan pada angket:
a)
Tujuan yang akan diteliti harus
jelas disusun dalam pertanyaan.
b)
Konfidensial : data yang diberikan
responden merupakan rahasia informasi yang dapat dipercaya.
c)
Anonim : nama dari responden seyogyanya bukan menjadi masalah
penting dalam penelitian.
d)
Pertanyaan mudah dipahami oleh
responden.
e)
Spesifik : pertanyaan harus
dirumuskan secara spesifik dan jelas.
f)
Ambigiositas : bila pertanyaan
bersifat mendua artiakan menyulitkan bagi responden untuk menjawabnya.
g)
Faktual : pertanyaan seyogyanya
bersifat meminta fakta bukan opini.
h)
Ketidakjelasan atau kesamaran :
pertanyaan seyogyanya tidak mengnadung ketidakjelasan atau samar-samar
keraguan.
i)
Pertanyaan seyogyanya tidak
memberi petunjuk responden terarah pada suatu masalah tertentu.
j)
Pertanyaan hendaknya tidak
mempersukar responden untuk menjawabnya.
k)
Pertanyaan hendaknya jangan
bersifat pribadi, kecuali kalau perlu sekali, hindari pertanyaan yang bersifat
pribadi.
l)
Pertanyaan hendaknya tidak terlalu
panjang, seyogyanya singkat dan jelas.
m)
Pertanyaan hendaknya bersifat
logis.
4.
Wawancara
Wawncara adalah suatu metode yang langsung berhubungan dengan
responden. Hubungan bisa ditempuh secara langsung atau melalui pembicaraan
telepon atau internet.
Keuntungan dengan wawancara:
a.
Hubungan secara personal, akan
memeperoleh data secara langsung, cepat dan ekonomis.
b.
Problem akan langsung mengenai
sasaran, penegasan meksud pertanyaan dapat langsung diutarakan.
c.
Metode ini bersifat fleksibel,
mudah menyesuaikan dengan keadaan untuk diarahkan pada relevansi informasi.
Kelemahan dengan wawancara:
a.
Jangkauan responden relatif kecil
dan memakan waktu labih lama daripada angket.
b.
Biayanya lebih mahal.
c.
Dibutuhkan lebih banyak tenega
pewawancara.
5.
Tes
Metode pengumpulan data dengan tes adalah responden diberikan soal-soal
yang harus dikerjakan. Data yang diperoleh berupa ukuran kemampuan
masing-masing responden.
Keuntungan dengan tes:
a.
Dengan tes akan bersifat objektif
mengetahui kemampuan responden.
b.
Daya pembanding antar responden
dapat dengan mudah diketahui.
c.
Data dapat diperoleh secara
serentak bersama.
Kelemahan dengan tes:
a.
Data yang diperoleh sifatnya terbatas
pada pengukuran tingkat kemampuan.
b.
Responden yang diberi tes
harusbersifat homogen dan berada pada tingkatan yang relatif sama.
ANALISIS DATA
Setelah selesai melakukan pengolahan data, maka langkah selanjutnya adalah
data dianalis. Data mentah (raw data) yang sudah susah payah kita
kumpulkan tidak akan ada artinya jika tidak dianalisis. Analisis data merupakan
kegiatan yang sangat penting dalam suatu penelitian, karena dengan analis datalah
data dapat mempunyai arti/makna yang dapat berguna untuk memecahkan masalah
penelitian.
Pada umumnya analisis data bertujuan untuk:
a.
Memperoleh
gambaran/deskripsi masing-masing variabel
b.
Membandingkan dan
menguji teori atau konsep dengan informasi yang ditemukan
c.
Menemukan adanya konsep
baru dari data yang dikumpulkan
d.
Mencari penjelasan
apakah konsep baru yang diuji berlaku umum atau hanya berlaku pada kondisi
tertentu.
Analisis data mempunyai posisi strategis
dalam suatu penelitian. Namun perlu dimengerti bahwa dengan melakukan analisis
tidak dengan sendirinya dapat langsung menginterpretasikan hasil analisis
tersebut. Menginterpretasikan berarti kita menggunakan hasil analisis guna
memperoleh arti/makna.
Interpretasi mempunyai dua bentuk, yaitu:
arti sempit dan arti luas. Interpretasi dalam arti sempit (deskriptif) yaitu
interpretasi data yang dilakukan hanya sebatas pada masalah penelitian yang
diteliti berdasarkan data yang dikumpulkan dan diolah untuk keperluan
penelitian tersebut. Sedang interpretasi dalam arti luas (analik) yaitu
interpretasi guna mencari makna dan hasil penelitian dengan jalan tidak hanya
menjelaskan/menganalisis data hasil penelitian tersebut, tetapi juga melakukan
intervensi (generalisasi) dari data yang diperoleh dengan teori-teori yang
relevan dengan hasil-hasil penelitian tersebut.
Langkah-langkah analisi yang digunakan
untuk pendekatan kuantitatif antara lain sebagai berikut:
1.
Analisis Deskriptif (Univariat)
Tujuan dari analisis ini adalah untuk menjelaskan/mendeskripsikan
karakteristik masing-masing variabel yang diteliti. Bentuknya tergantung dari
jenis datanya. Untuk data numerik digunakan nilai rata-rata (mean),
median, standar deviasi dan inter kuartil range, minimal dan
maksimal.
2.
Analisis Analitik
Analisis Bivariat
Setelah diketahui karakteristik masing-masing variabel dapat diteruskan
analisis yang lebih lanjut. Apabila analisis hubungan antara dua variabel, maka
analisis dilanjutkan pada tingkat bivariat. Misalnya ingin diketahui hubungan
antara berat badan denagn tekanan darah. Untuk mengetahui hubungan dua variabel
tersebut biasanya digunakan pengujian statistik. Jenis uji statistik yang
digunakan sangat tergantung pada jenis data/variabel yang dihubungkan.
Analisis Multivariat
Merupakan analisis yang menghubungkan antara beberapa variabel independen
dengan satu variabel dependen.
Terdapat tiga jalur analisis data kualitatif, yaitu reduksi data, penyajian
data dan penarikan kesimpulan.
a.
Reduksi data
Reduksi data adalah proses pemilihan,
pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan dan transformasi data
kasar yang muncul dari catatan-catatan yang tertulis di lapangan. Proses ini
berlangsung terus menerus selama penelitian berlangsung, bahkan sebelum data
benar-benar terkumpul sebagaimana terlihat dari kerangka konseptual penelitian,
permasalahan studi dan pendekatan pengumpulan data yang dipilih peneliti.
Reduksi data meliputi:
·
Meringkas data
·
Mengkode
·
Menelusur tema
·
Membuat gugus-gugus
Reduksi data merupakan bentuk analisis
yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu dan
mengorganisasi data dengan cara yang sedemikian rupa sehingga kesimpulan akhir
dapat diambil. Reduksi tidak perlu diartikan sebagai kuantifikasi data. Cara
reduksi data:
·
Seleksi ketat atas data
·
Ringkasan atau uraian
singkat
·
Menggolongkannya dalam
pola yang lebih luas
b.
Penyajian data
Penyajian data adalah kegiatan ketika
sekumpulan informasi disusun, sehingga memberi kemungkinan akan adanya
penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan.
Bentuk penyajian data kualitatif:
·
Teks naratif : berupa
catatan lapangan
·
Matriks, grafik, bagan
dan jaringan. Bentuk-bentuk ini menggabungkan informasi yang tersusun dalam
suatu bentuk yang padu dan mudah diraih, sehingga memudahkan untuk melihat apa
yang sedang terjadi, apakah kesimpulan sudah tepat atau sebaliknya melakukan
analisis kembali.
c.
Penarikan kesimpulan
Upaya penarikan kesimpulan dilakukan
peneliti secara terus menerus selama berada di lapangan. Dari permulaan
pengumpulan data, peneliti kualititif mulai mencari arti benda-benda, mencatat
keteraturan pola-pola (dalam catatan teori), penjelasan-penjelasan,
konfigurasi-konfigurasi yang mungkin, alur sebab akibat dan proposisi.
Kesimpulan-kesimpulan ini ditangani secara longgar, tetap terbuka dan skeptis,
tetapi kesimpulan sudah disediakan. Mula-mula belum jelas, namun kemudian
meningkat menjadi lebih rinci dan mengakar dengan kokoh
Kesimpulan-kesimpulan itu juga
diversifikasi selama penelitian berlangsung, dengan cara:
·
Memikir ulang selama
penulisan
·
Tinjauan ulang catatan
lapangan
·
Tinjauan kembali dan
tukar pikiran antar teman sejawat untuk mengembnagkan kesepakatan
intersubyektif.
·
Upaya-upaya yang luas
untuk menempatkan salinan suatu temuan dalam seperangkat datr yang lain.
No comments:
Post a Comment