HARGAI CINTA, KARENA KITA MERASA CINTA BERHARGA KETIKA CINTA TELAH TIADA

Sunday, 8 April 2012


TEKNIK PENGAMBILAN DAN ANALISIS DATA
Beberapa metode pengumpulan data:
1.      Sumber Dokumentasi
Sumber dokumentasi dilakukan dengan cara pengumpulan data secara dokumentasi. Harus diselidiki terlebih dahulu apakah sudah ada peneliti menggunakan data tersebut untuk keperluan suatu topik penelitian, apakah topik yang akan diselidiki sekarang mempunyai kemiripan. Bila ya, kajian mana yang perlu ada perbaikan atau perlu mendapatkan penekanan.
Keuntungan menggunakan data dokumentasi:
a.       Data dokumentasui dapat memberikan informasi akurat, dimana ditempatlain sulit atau tidak mungkin mendapatkannya.
b.      Sebagai suatu data informasi mudah didapatkan. Hal tersebut dapat menghemat waktu dan penggunaan laboratorium.
Kelemahan menggunakan data dokumentasi:
a.       Jika peneliti tidak hati-hati, kekeliruan dalam mengutip data akan menimbulkan kepalsuan dalam informasi dan ketidakcocokan pada tujuan yang akan diteliti.
b.      Kemungkinan pengutipan data tidak akurat disebabkan tinjauan populasi berbeda.
c.       Ada kemungkinan data sudah usang akibat perubahan di masyarakat terlalu cepat.
d.      Databersifat pasif tidak bisa mengembangkan dengan situasi yang ada.
2.      Observasi
Observasi adalah metode yang cukup mudah dilakukan untuk pengumpulan data. Penggunaan metode ini sangat dipengaruhi oleh interesnya sang peneliti. Observasi ini lebih banyak digunakan pada statistika survei, misalnya akan meneliti kelakuan orang-orang suku tertentu. Observasi ke lokasi yang bersangkutan akan dapat diputuskan alat ukur mana yang tepat untuk digunakan.
Keuntungan observasi:
a.       Pada kasus dimana perolehan data dengan metode lain kurang memuaskan dapat dipertegas dengan observasi lapangan sehingga menjadi lebih akurat.
b.      Dalam waktu yang bersamaan peneliti dapat dengan mudah mengambil responden yang mungkin dengan pertimbangan khusus untuk mengambil tindakan (mengganti atau mengulangi).
Kelemahan observasi:
a.       Akan sangat mudah terjadi bias dalam pelaporan hasil observasi karena data yang diperoleh bersifat subyektif.
b.      Apabila tujuan yang diteliti ingin mengungkap kejadian masa lalu dengan metode observasi tidak bisa digunakan.
3.      Angket
Angket adalah bentuk pertanyaan-pertanyaan yang sudah disusun sedemikian urut untuk dapat dijawab oleh responden. Pertanyaan biasanya dilengkapi dengan petunjuk yang jelas. Ada kemungkinan muncul pertanyaan yang membingungkan, ada kemungkinan mendapat jawaban yang menyimpang atau bahkan tidak terjawab. Pengembalian hasil angket yang telah dijawab juga merupakan suatu mesalah tersendiri seyogyanya perlu ada motivasi-motivasi khusus yang mendorong responden mengembalikan angket.
Keuntungan angket:
a.       Bila lokasi responden jaraknya cukup jauh, metode pengumpulan data yang paling mudah adalah dengan angket.
b.      Pertanyaan-pertanyaan yang sudah disiapkan adalah merupakan waktu yang efisien untuk menjangkau responden dalam jumlah banyak.
c.       Dengan angket akan memberi kesempatan mudah pada responden untuk mendiskusikan dengan temannya apabila menemui pertanyaan yang sukar dijawab.
d.      Dengan angket responden dapat lebih leluasa menjawab dimana saja, kapan saja, tanpa terkesan terpaksa.
Kelemahan angket:
a.       Apabila penelitian membutuhkan reaksi yang sifatnya spontan dengan metode ini adalah kurang tepat.
b.      Metode ini kurang fleksibel, kejadiannya hanya terpancang pada pertanyaan yang ada.
c.       Jawaban yang diberikan oleh responden akan terpengaruh oleh keadaan global dari pertanyaan. Sangat mungkin jawaban yang sadah diberikan di atas secara spontan dapat berubah satelah melihat pertanyaan di lain nomor.
d.      Sulit bagi peneliti untuk mengetahui maksud dari responden apakah sudah terjawab atau belum.
e.       Ada kemungkinan terjadi respon yang salah dari responden. Hal ini terjadi karena kurang kejelasan pertanyaan atau karena keragu-raguan responden menjawab.
Harapan karakteristik pertanyaan pada angket:
a)      Tujuan yang akan diteliti harus jelas disusun dalam pertanyaan.
b)      Konfidensial : data yang diberikan responden merupakan rahasia informasi yang dapat dipercaya.
c)      Anonim : nama dari  responden seyogyanya bukan menjadi masalah penting dalam penelitian.
d)     Pertanyaan mudah dipahami oleh responden.
e)      Spesifik : pertanyaan harus dirumuskan secara spesifik dan jelas.
f)       Ambigiositas : bila pertanyaan bersifat mendua artiakan menyulitkan bagi responden untuk menjawabnya.
g)      Faktual : pertanyaan seyogyanya bersifat meminta fakta bukan opini.
h)      Ketidakjelasan atau kesamaran : pertanyaan seyogyanya tidak mengnadung ketidakjelasan atau samar-samar keraguan.
i)        Pertanyaan seyogyanya tidak memberi petunjuk responden terarah pada suatu masalah tertentu.
j)        Pertanyaan hendaknya tidak mempersukar responden untuk menjawabnya.
k)      Pertanyaan hendaknya jangan bersifat pribadi, kecuali kalau perlu sekali, hindari pertanyaan yang bersifat pribadi.
l)        Pertanyaan hendaknya tidak terlalu panjang, seyogyanya singkat dan jelas.
m)    Pertanyaan hendaknya bersifat logis.
4.      Wawancara
Wawncara adalah suatu metode yang langsung berhubungan dengan responden. Hubungan bisa ditempuh secara langsung atau melalui pembicaraan telepon atau internet.
Keuntungan dengan wawancara:
a.       Hubungan secara personal, akan memeperoleh data secara langsung, cepat dan ekonomis.
b.      Problem akan langsung mengenai sasaran, penegasan meksud pertanyaan dapat langsung diutarakan.
c.       Metode ini bersifat fleksibel, mudah menyesuaikan dengan keadaan untuk diarahkan pada relevansi informasi.
Kelemahan dengan wawancara:
a.       Jangkauan responden relatif kecil dan memakan waktu labih lama daripada angket.
b.      Biayanya lebih mahal.
c.       Dibutuhkan lebih banyak tenega pewawancara.
5.      Tes
Metode pengumpulan data dengan tes adalah responden diberikan soal-soal yang harus dikerjakan. Data yang diperoleh berupa ukuran kemampuan masing-masing responden.
Keuntungan dengan tes:
a.       Dengan tes akan bersifat objektif mengetahui kemampuan responden.
b.      Daya pembanding antar responden dapat dengan mudah diketahui.
c.       Data dapat diperoleh secara serentak bersama.
Kelemahan dengan tes:
a.       Data yang diperoleh sifatnya terbatas pada pengukuran tingkat kemampuan.
b.      Responden yang diberi tes harusbersifat homogen dan berada pada tingkatan yang relatif sama.

ANALISIS DATA   
Setelah selesai melakukan pengolahan data, maka langkah selanjutnya adalah data dianalis. Data mentah (raw data) yang sudah susah payah kita kumpulkan tidak akan ada artinya jika tidak dianalisis. Analisis data merupakan kegiatan yang sangat penting dalam suatu penelitian, karena dengan analis datalah data dapat mempunyai arti/makna yang dapat berguna untuk memecahkan masalah penelitian. 
Pada umumnya analisis data bertujuan untuk:
a.       Memperoleh gambaran/deskripsi masing-masing variabel
b.      Membandingkan dan menguji teori atau konsep dengan informasi yang ditemukan
c.       Menemukan adanya konsep baru dari data yang dikumpulkan
d.      Mencari penjelasan apakah konsep baru yang diuji berlaku umum atau hanya berlaku pada kondisi tertentu.
Analisis data mempunyai posisi strategis dalam suatu penelitian. Namun perlu dimengerti bahwa dengan melakukan analisis tidak dengan sendirinya dapat langsung menginterpretasikan hasil analisis tersebut. Menginterpretasikan berarti kita menggunakan hasil analisis guna memperoleh arti/makna.
Interpretasi mempunyai dua bentuk, yaitu: arti sempit dan arti luas. Interpretasi dalam arti sempit (deskriptif) yaitu interpretasi data yang dilakukan hanya sebatas pada masalah penelitian yang diteliti berdasarkan data yang dikumpulkan dan diolah untuk keperluan penelitian tersebut. Sedang interpretasi dalam arti luas (analik) yaitu interpretasi guna mencari makna dan hasil penelitian dengan jalan tidak hanya menjelaskan/menganalisis data hasil penelitian tersebut, tetapi juga melakukan intervensi (generalisasi) dari data yang diperoleh dengan teori-teori yang relevan dengan hasil-hasil penelitian tersebut.
Langkah-langkah analisi yang digunakan untuk pendekatan kuantitatif antara lain sebagai berikut:
1.      Analisis Deskriptif (Univariat)
Tujuan dari analisis ini adalah untuk menjelaskan/mendeskripsikan karakteristik masing-masing variabel yang diteliti. Bentuknya tergantung dari jenis datanya. Untuk data numerik digunakan nilai rata-rata (mean), median, standar deviasi dan  inter kuartil range, minimal dan maksimal. 
2.      Analisis Analitik
Analisis Bivariat
Setelah diketahui karakteristik masing-masing variabel dapat diteruskan analisis yang lebih lanjut. Apabila analisis hubungan antara dua variabel, maka analisis dilanjutkan pada tingkat bivariat. Misalnya ingin diketahui hubungan antara berat badan denagn tekanan darah. Untuk mengetahui hubungan dua variabel tersebut biasanya digunakan pengujian statistik. Jenis uji statistik yang digunakan sangat tergantung pada jenis data/variabel yang dihubungkan.
Analisis Multivariat
Merupakan analisis yang menghubungkan antara beberapa variabel independen dengan satu variabel dependen.
Terdapat tiga jalur analisis data kualitatif, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
a.       Reduksi data
Reduksi data adalah proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan yang tertulis di lapangan. Proses ini berlangsung terus menerus selama penelitian berlangsung, bahkan sebelum data benar-benar terkumpul sebagaimana terlihat dari kerangka konseptual penelitian, permasalahan studi dan pendekatan pengumpulan data yang dipilih peneliti.
Reduksi data meliputi:
·         Meringkas data
·         Mengkode
·         Menelusur tema
·         Membuat gugus-gugus
Reduksi data merupakan bentuk analisis yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu dan mengorganisasi data dengan cara yang sedemikian rupa sehingga kesimpulan akhir dapat diambil. Reduksi tidak perlu diartikan sebagai kuantifikasi data. Cara reduksi data:
·         Seleksi ketat atas data
·         Ringkasan atau uraian singkat
·         Menggolongkannya dalam pola yang lebih luas
b.      Penyajian data
Penyajian data adalah kegiatan ketika sekumpulan informasi disusun, sehingga memberi kemungkinan akan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan.
Bentuk penyajian data kualitatif:
·         Teks naratif : berupa catatan lapangan
·         Matriks, grafik, bagan dan jaringan. Bentuk-bentuk ini menggabungkan informasi yang tersusun dalam suatu bentuk yang padu dan mudah diraih, sehingga memudahkan untuk melihat apa yang sedang terjadi, apakah kesimpulan sudah tepat atau sebaliknya melakukan analisis kembali.
c.       Penarikan kesimpulan
Upaya penarikan kesimpulan dilakukan peneliti secara terus menerus selama berada di lapangan. Dari permulaan pengumpulan data, peneliti kualititif mulai mencari arti benda-benda, mencatat keteraturan pola-pola (dalam catatan teori), penjelasan-penjelasan, konfigurasi-konfigurasi yang mungkin, alur sebab akibat dan proposisi. Kesimpulan-kesimpulan ini ditangani secara longgar, tetap terbuka dan skeptis, tetapi kesimpulan sudah disediakan. Mula-mula belum jelas, namun kemudian meningkat menjadi lebih rinci dan mengakar dengan kokoh
Kesimpulan-kesimpulan itu juga diversifikasi selama penelitian berlangsung, dengan cara:
·         Memikir ulang selama penulisan
·         Tinjauan ulang catatan lapangan
·         Tinjauan kembali dan tukar pikiran antar teman sejawat untuk mengembnagkan kesepakatan intersubyektif.
·         Upaya-upaya yang luas untuk menempatkan salinan suatu temuan dalam seperangkat datr yang lain.


No comments: