HARGAI CINTA, KARENA KITA MERASA CINTA BERHARGA KETIKA CINTA TELAH TIADA

Tuesday, 26 April 2011

the power of words

Laki-laki itu berlutut dihadapan perempuan paruh baya yang tengah duduk ditengah kantin yang ramai dipenuhi mahasiswa..entah apa yang dilakukannya. Perempuan yang berada dihadapannya juga tidak memberi respon, diam tak berkutik. Laki-laki itu tiba-tiba mengeluarkan secarik kertas yang lusuh, sangat terlihat jelas kertas itu tidak begitu berguna karena penuh lipatan, terlihat sangat kucel. Lagi-lagi perempuan itu tidak memberi respon. Laki-laki itu masih sabar menunggu reaksi si perempuan, hingga akhirnya laki-laki itu mendongakkan kepalanya dan berkata sesuatu. Tentu sesuatu yang dikatakannya sangat sarat dengan makna, karena dapat membuat perempuan itu berdiri dari tempat duduknya dan menyambar kertas ditangan laki-laki itu. Terlihat kemarahan di diri perempuan itu, sambil berdiri, perempuan itu menyambar kertas di tangan laki-laki. Si laki-laki berdiri kemudian meraih tangan si perempuan karena dia melihat kalau perempuan itu akan menyobek kertas yang sudah direbutnya. Lagi-lagi laki-laki itu mengeluarkan kata-kata ampuhnya hingga membuat perempuan yang tadinya sangat marah menjadi luluh bahkan menangis.
Sebenarnya apa yang dikatakan oleh laki-laki itu??hanya sebuah kata-kata tapi dapat merubah sikap seseorang secara drastis. Membuat seseorang marah, meluluhkan hati yang sedang marah. Benar pepatah bahwa lidah tak bertulang, dari situlah kata-kata terucap. The power of words....

MENGASAH HATI


Pemahaman akan hidup. Bukan seperti orang pandai, bukan seperti orang yang memiliki ilmu tinggi atau mempunyai jabatan dan pengaruh dalam hidup. Hanya ingin berbuat baik dan tidak disalahkan. Mungkin hanya itu yang terlintas dipikairannya saat ini. Ingin seperti orang lain yang hidup tenang tidak kerepotan memikirkan masalah yang dirasa kian lama kian banyak membebani hidupnya. Tapi tidak disebut kehidupan bila tak ada masalah, justru masalahlah yang memberi warna dalam kehidupan dan orang akan bisa disebut hidup bila bisa menyelesaikan masalah tersebut.
Sejak dini hingga usia dewasa, tidak sedikit masalah menghampiri. Masalah bagaikan jamur dimusim hujan, hilang satu tumbuh seribu. Satu dapat dihapus, muncul lagi masalah yang baru dan lebih sulit dihilangkan. Tak ada kata tak mengeluh, tak ada kata tak capek dan bosan atas apa yang didapat. Tapi kembali pada pikiran jernih yang dimilikinya bahwa semua masalh, semua peristiwa yang menambah beban dan air mata adalah jalan hidup yang diberikan oleh pemberi hidup. Satu yang tak bisa dihindari. Bahwa mereka bagai semut, sungguh kecil dan tak berdaya dibanding gajah yang mengitari, menguasai, melihat apa saja yang dilakukan.
Don’t give up..hidup adalah sebuah perjuangan tiada henti. Lahir hingga tutup usia, tak ada kata santai dalam hidup. Time is money. Istilah modern sekarang yang merupakan kiblat orang borjuis untuk tidak meninggalkan kehidupan dunia. Agar dapat merasakan surga dunia, bahwa hidup adalah perjuangan tiada henti yang dengan segala cara mereka harus bisa memiliki hal untuk menikmati indahnya surga. Buat apa mengejar sesuatu yang tidak pernah usai dan tidak mungkin dapat dikejar. Bukan berarti berpangku tangan menerima nasib. Berjalanlah sesuai ritme dan nyaman menjalani. Santai bukan kata yang tepat untuk kehidupan sekarang, tapi bukan kata yang salah bahkan kata yang dianjurkan untuk diselipkan dalam hidup.
Berjuang keras dan santai adalah kata yang berdampingan, serasi, seimbang dan diselaraskan untuk melakoni hidup.
Hal yang terlalu banyak tidak pernah bagus dan justru membuat hasil yang mengecewakan. Berjuang keras sangat dianjurkan, tetapi berjuang sangat keras akan membawa pada kemerosotan mental dan pandangan akan hidup. Santai terlalu banyak juga sangat tidak dianjurkan bahkan bukan hal yang patut diwariskan, tatapi santai diperlukan untuk menyelaraskan kehidupan mental jiwa.
Seimbang adalah kata yang tepat. Keseimbangan hidup adalah yang dicari. Tidak ada rasa tertekan dan stres bila seimbang dalam hidup. menjalani yang diberi, menjaga, dan mengembalikan dengan hasil yang maksimal tanpa harus mengorbankan segala macam cara. Adalah berserah diri hal yang dapat dilakukan untuk menenangkan jiwa, disamping kita mencari dan menggali ilmu yang diberikan melalui alam sekitar.

KULIAH TIADA AKHIR...

masih aja kesibukan dengan kuliah...padahal temen2 dah waktu na lulus..tapi diriku masih saja sibuk berkutat dengan buku dan mengejar ketertinggalan serta nilai..
sempet berasa kerdil ditanya semester brapa,,padahal dah hampir semua jari tangan digunakan untuk menunjukkan aku semester brapa..
hufh....
tapi alhamdulillah...disyukuri aja,,ni udah jalan yang aq pilih...
tetap have fun...


LOOOONGGG DAAAYYYYY