HARGAI CINTA, KARENA KITA MERASA CINTA BERHARGA KETIKA CINTA TELAH TIADA

Friday, 30 September 2011

PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN AKTIF, KREATIF, EFEKTIF, MENYENANGKAN (PAKEM) DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN CD INTERAKTIF TERHADAP PRESTASI BELAJAR


BAB I
PENDAHULUAN

A.          Latar Belakang
                        Sekolah dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar mencoba memberikan yang terbaik bagi siswanya untuk kemudian dapat menghasilkan output yang memuaskan sesuai dengan tujuan institusi. Siswa itu sendiri juga mengharapkan mendapat prestasi yang maksimal. Untuk mencapai tujuan tersebut, guru, orang tua, masyarakat sekitar juga ikut serta dalam peningkatan kegiatan pembelajaran melalui lembaga formal yang telah diatur oleh pemerintah. Guru merupakan salah satu peran sentral dalam peningkatan prestasi siswa karena gurulah yang lebih banyak bertatap muka memberikan pelajaran di dalam kelas dalam pemberian mata pelajaran.
                        Guru dalam menyampaikan mata pelajaran menggunakan metode / model dan media pembelajaran yang menarik agar siswa lebih mudah dalam menangkap pelajaran tersebut. Metode yang digunakan harus sesuai dengan situasi dan lingkungan tempat tinggal siswa tersebut, selain itu juga dapat menarik minat siswa dan tidak menjemukan dalam penyampaian. Model yang digunakan oleh guru yang bersangkutan juga dapat dikombinasikan dengan media pembelajaran. Media pembelajaran yang dipilih juga harus bersifat baru, unik dan menarik untuk belajar sehingga diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
                        Pendekatan Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan merupakan salah satu model / pendekatan pembelajaran yang menekankan agar dalam pembelajaran peserta didik sebagai subjek yang aktif, sementara guru sebagai fasilitator. Dalam pendekatan ini, peserta didik diharapkan mampu mengintegrasikan gagasan baru dengan gagasan / pengalaman awal yang telah dimiliki oleh peserta didik. Dengan belajar aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan, siswa diharapkan mampu membangun fenomena / makna yang berbeda.
                        Dalam pendekatan ini, siswa berperan aktif mengembangkan keterampilan, sikap dan pemahaman dengan penekanan pada belajar sambil bekerja, sementara guru menggunakan berbagai sumber dan alat bantu belajar, termasuk pemanfaatan lingkungan supaya pembelajaran lebih bermakna, menarik, menyenangkan dan efektif. Pada era sekarang yang telah berkembang pesat teknologi informasi dan komunikasi seperti internet berdampak pula terhadap dunia pendidikan termasuk dalam pemilihan media pembelajaran. Salah satu contoh penerapan media pembelajaran yang berbasis teknologi internet offline sekarang adalah CD Interaktif.
                        Di sebagian besar daerah perkotaan tentu sudah terjangkau oleh internet, peserta didik sudah mengenal dan paham dengan media internet tersebut. CD Interaktif merupakan sebuah media yang menegaskan sebuah Compact Disk dengan tujuan aplikasi interaktif di dalamnya. Penggunaan CD Interaktif sangat mudah, seperti mengoperasikan internet, peserta didik hanya mengikuti petunjuk-petunjuk yang terdapat didalamnya untuk menuju pada tahap selanjutnya.

B.           Rumusan Masalah
      Berdasar latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam makalah ini   adalah:
1.      Apa pengertian dan yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan PAKEM?
2.      Apa pengertian media pembelajaran dan CD Interaktif?
3.      Apa pengertian prestasi belajar?
4.      Bagaimana pengaruh penerapan pendekatan PAKEM dengan menggunakan media pembelajarn CD Interaktif terhadap prestasi belajar?


C.          Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian dan yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan PAKEM.
2.      Untuk mengetahui pengertian media pembelajaran dan CD Interaktif.
3.      Untuk mengetahui pengertian prestasi belajar.
4.      Untuk mengetahui pengaruh pendekatan PAKEM dengan menggunakan media pembelajaran CD Interaktif terhadap prestasi belajar.

                                                          BAB II
PEMBAHASAN

A.          Tinjauan Tentang Pendekatan PAKEM
1)      Pengertian PAKEM
            PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya, bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. Sehingga, jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif, maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif, yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Menyenangkan adalah suasana belajar - mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung, sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif, maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa.
Secara garis besar, gambaran PAKEM adalah sebagai berikut:
  1. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan cara membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa.
  2. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’
  3. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok.
  4. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkan siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.
2)      Yang Harus Diperhatikan dalam Melaksanakan PAKEM
1.      Memahami sifat yang dimiliki anak
Pada dasarnya anak memiliki sifat: rasa ingin tahu dan berimajinasi. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. Kegiatan pembelajaran merupakan salah satu lahan yang harus kita olah sehingga subur bagi berkembangnya kedua sifat. Suasana pembelajaran dimana guru memuji anak karena hasil karyanya, guru mengajukan pertanyaan yang menantang, dan guru yang mendorong anak untuk melakukan percobaan, misalnya, merupakan pembelajaran yang subur seperti yang dimaksud.
2.      Mengenal anak secara perorangan
Para siswa berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. Dalam PAKEM, perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. Semua anak dalam kelas tidak selalu mengerjakan kegiatan yang sama, melainkan berbeda sesuai dengan kecepatan belajarnya. Anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah (tutor sebaya). Dengan mengenal kemampuan anak, kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal.
3.      Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar
Sebagai makhluk sosial, anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. Dalam melakukan tugas atau membahas sesuatu, anak dapat bekerja berpasangan atau dalam kelompok. Berdasarkan pengalaman, anak akan menyelesaikan tugas dengan baik bila mereka duduk berkelompok. Duduk seperti ini memudahkan mereka untuk berinteraksi dan bertukar pikiran. Namun demikian, anak perlu juga menyelesaikan tugas secara perorangan agar bakat individunya berkembang.
4.      Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kemampuan memecahkan masalah
Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Kritis untuk menganalisis masalah; dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. Kedua jenis berpikir tersebut, kritis dan kreatif, berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. Oleh karena itu, tugas guru adalah mengembangkannya, antara lain dengan sering-sering memberikan tugas atau mengajukan pertanyaan yang terbuka.
5.      Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik
Ruang kelas yang menarik merupakan hal yang sangat disarankan dalam PAKEM. Hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas seperti itu. Selain itu, hasil pekerjaan yang dipajangkan diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. Yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan, berpasangan, atau kelompok. Pajangan dapat berupa gambar, peta, diagram, model, benda asli, puisi, karangan, dan sebagainya.
6.      Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar
Lingkungan (fisik, sosial, atau budaya) merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar, tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar). Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar sering membuat anak merasa senang dalam belajar. Belajar dengan menggunakan lingkungan tidak selalu harus keluar kelas. Bahan dari lingkungan dapat dibawa ke ruang kelas untuk menghemat biaya dan waktu. Pemanfaatan lingkungan dapat men-gembangkan sejumlah keterampilan seperti mengamati (dengan seluruh indera), mencatat, merumuskan pertanyaan, berhipotesis, mengklasifikasi, membuat tulisan, dan membuat gambar/diagram.
7.      Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar
Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. Umpan balik hendaknya lebih mengungkap kekuatan daripada kelemahan siswa. Selain itu, cara memberikan umpan balik pun harus secara santun. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas belajar selanjutnya.
8.      Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental
Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. Sering bertanya, mempertanyakan gagasan orang lain, dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut: takut ditertawakan, takut disepelekan, atau takut dimarahi jika salah. Oleh karena itu, guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut, baik yang datang dari guru itu sendiri maupun dari temannya.

B.           Tinjauan Tentang Media Pembelajaran
1)      Pengertian Media Pembelajaran
Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “medium” yang secara harfiah berarti “perantara” atau “pengantar” yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan. Gerlach & Ely (dalam Nur’aini, 2006), bahwa media adalah sumber belajar yang secara luas dapat diartikan dengan manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi, yang menyebabkan siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Jadi menurut pengertian ini, guru, teman sebaya, buku teks, lingkungan sekolah dan luar sekolah, bagi seorang siswa merupakan media. Association for Educational and Comunication Technology (AECT) memberikan pengertian tentang media yaitu segala bentuk  yang digunakan untuk proses pengaturan informasi. Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.
Media pembelajaran adalah alat atau komponen yang digunakan guru untuk menjelaskan mata pelajaran kepada siswa agar siswa dapat lebih memahami materi yang diberikan. Terdapat bermacam-macam media pembelajaran yang dapat digunakan, seperti media visual, audio dan audio visual. Guru dalam pembelajaran akuntansi selama ini lebih banyak dengan metode ceramah dan hanya memakai buku sebagai media pembelajaran. Apabila hanya memakai buku, tentu sangat membosankan. Siswa tidak tertarik untuk membaca bahkan tidak jarang banyak yang mengantuk.
2)      Ciri-ciri Umum Media Pembelajaran
            Adapun  ciri-ciri umum media pembelajaran yaitu:
1.   Media pembelajaran memiliki pengertian fisik yang dewasa ini dikenal sebagai hardware (perangkat keras), yaitu suatu benda yang dapat dilihat, didengar, atau diraba dengan panca indera.
2.   Media pembelajaran memiliki pengertian nonfisik yang dikenal sebagai software (perangkat lunak) yaitu kandungan pesan yang terdapat dalam perangkat keras yang merupakan isi yang ingin disampaikan kepada siswa.
3.   Penekanan media pembelajaran terdapat pada visual dan audio.
4.   Media pembelajaran memiliki pangertian alat bantu pada proses belajar baik di dalam maupun di luar kelas.
5.   Media pembelajaran digunakan dalam rangka komunikasi dan interaksi guru dan siswa dalam proses pembelajaran.
6.   Media pembelajaran dapat digunakan secara masal (misalnya radio, televisi), kelompok besar dan kelompok kecil (misalnya film, slide, video, OHP), atau perorangan (misalnya: modul, komputer, radio tape/kaset, video recorder).
7.   Sikap, perbuatan, organisasi, strategi, dan manajemen yang berhubungan dengan penerapan suatu ilmu.
                         Selain itu Nur’aini (2006:42), mengemukakan salah satu ciri media pembelajaran adalah bahwa media membawa dan mengandung pesan atau informasi dari guru si pengirim pesan pada siswa yang menerima pesan. Pesan yang dibawa media bersifat sederhana, atau bersifat kompleks, yang penting adalah bagaimana menyiapkan media agar dapat memenuhi kebutuhan belajar dan kemampuan siswa sehingga siswa dapat aktif berpartisipasi dalam pembelajaran
3)      Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran
Media pembelajaran mempunyai fungsi utama sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru (Azhar Arsyad, 2002: 15). Fungsi media pembelajaran, khususnya media visual yang dikemukakan Levied dan Lentz dalam Arsyad (2002) yaitu:
·      Fungsi atensi yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks pelajaran.
·      Fungsi afektif yaitu media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar teks yang bergambar atau lambang visual dapat menggugah emosi dan sikap siswa.
·      Fungsi kognitif yaitu bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.
·      Fungsi kompensatoris yaitu bahwa media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali. Dengan kata lain, media pembelajaran berfungsi untuk mengakomodasikan siswa yang lemah dan lambat menerima dan memahami isi pelajaran yang disajikan dengan teks aatau disajikan secara verbal.
 Nur’aini (2006:43) mengemukakan manfaat media pembelajaran dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut:
1.      Media dapat mengatasi verbalisme. Penggunaan kata-kata lisan seringkali menimbulkan ketidakjelasan, dengan menggunakan media akan memperjelas.
2.      Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan indera.
3.      Dengan menggunakan media secara tepat dan variasi dapat mengatasi sifat pasif siswa.
4.      Dapat menghindari kekacauan dan salah tafsir. Dengan digunakan media maka akan lebih jelas permasalahannya sehingga siswa mempunyai persepsi sama.
5.      Dapat menarik perhatian dan kurang tanggap. Media dapat memusatkan perhatian siswa dan merangsang untuk bereaksi sehingga akan lebih aktif.
4)      Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Pemilihan Media
Dalam Nur’aini (2006:85), beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media pembelajaran adalah sebagai berikut:
1.      Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran
Penggunaan media disesuaikan dengan tujuan pembelajaran meliputi ranah kognitif, afektif dan psikomotorik.
2.      Tingkat kemampuan siswa
Pemilihan media harus disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa, misalnya untuk tingkat TK, SD, SMP, SMA maupun SMK.
3.      Praktik, luwes dan bertahan. Media yang dipilih hendaknya dapat digunakan dimanapun dan kapanpun dengan peralatan yang ada di sekitarnya sehingga mudah dioperasikan dan mudah pemilihannya.
4.      Ketersediaan
Tidak semua sekolah dapat menyediakan media yang cukup dan tidak semua sekolah dilengkapi dengan listrik. Oleh karena itu, dalam memilih media hendaknya dipetimbangkan sesuai dengan kondisi dan situasi lingkungan.
5.      Biaya
Dalam memilih media harus mengingat efisiensi biaya baik untuk pembuatan atau yang lain, memilih media tidak perlu yang mahal.
6.      Mutu teknik
Apabila guru akan mengajar dengan media, hendaknya melihat dulu apakah media tersebut masih baik, bisa digunakan atau tidak.
Selain hal di atas, hal-hal yang perlu diperhatikan juga dalam pemilihan media pembelajaran diantaranya kemampuan guru dalam menggunakan media dan kegunaan dari berbagai jenis media itu sendiri.
5)      Karakteristik Media Pembelajaran
Karakteristik beberapa media pembelajaran antara lain:
1.      Media grafis.
           Pada prinsipnya semua jenis media dalam kelompok ini merupakan penyampaian pesan lewat simbol-simbol visual dan melibatkan rangsangan indera penglihatan. Karakteristik yang dimiliki adalah: bersifat kongkret, dapat mengatasi batasan ruang dan waktu, dapat memperjelas suatu masalah dalam bidang masalah apa saja dan pada tingkat usia berapa saja, murah harganya dan mudah mendapatkan serta menggunakannya, terkadang memiliki ciri abstrak (pada jenis media diagram), merupakan ringkasan visual suatu proses, terkadang menggunakan simbol-simbol verbal (pada jenis media grafik), dan mengandung pesan yang bersifat interpretatif.
2.      Media audio.
           Hakekat dari jenis-jenis media dalam kelompok ini adalah berupa pesan yang disampaikan atau dituangkan kedalam simbol-simbol auditif (verbal dan/atau non-verbal), yang melibatkan rangsangan indera pendengaran. Secara umum media audio memiliki karakteristik mampu mengatasi keterbatasan ruang dan waktu (mudah dipindahkan dan jangkauannya luas), pesan/program dapat direkam dan diputar kembali sesukanya, dapat mengembangkan daya imajinasi dan merangsang partisipasi aktif pendengarnya, dapat mengatasi masalah kekurangan guru, sifat komunikasinya hanya satu arah, sangat sesuai untuk pengajaran musik dan bahasa, pesan/informasi atau program terikat dengan jadwal siaran (pada jenis media radio)
3.      Media proyeksi diam.
           Beberapa jenis media yang termasuk kelompok ini memerlukan alat bantu (misal proyektor) dalam penyajiannya. Ada kalanya media ini hanya disajikan dengan penampilan visual saja, atau disertai rekaman audio. Karakteristik umum media ini adalah: pesan yang sama dapat disebarkan ke seluruh siswa secara serentak, penyajiannya berada dalam kontrol guru, cara penyimpanannya mudah (praktis), dapat mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan indera, menyajikan obyek -obyek secara diam (pada media dengan penampilan visual saja), menggunakan teknik-teknik warna, animasi, gerak lambat untuk menampilkan obyek/kejadian tertentu (terutama pada jenis media film), dan media film lebih realistik, dapat diulang-ulang, dihentikan, dan sebagainya sesuai dengan kebutuhan.
4.      Media permainan dan simulasi.
           Ciri atau karakteristik dari media ini adalah: melibatkan pembelajar secara aktif dalam proses belajar, peran pengajar tidak begitu kelihatan tetapi yang menonjol adalah aktivitas interaksi antar pebelajar, dapat memberikan umpan balik langsung, memungkinkan penerapan konsep-konsep atau peran-peran ke dalam situasi nyata di masyarakat, memiliki sifat luwes karena dapat dipakai untuk berbagai tujuan pembelajaran dengan mengubah alat dan persoalannya sedikit saja, mampu meningkatkan kemampuan komunikatif pebelajar, mampu mengatasi keterbatasan pembelajar yang sulit belajar dengan metode tradisional, dan dalam penyajiannya mudah dibuat serta diperbanyak.
6)      Klasifikasi Media Pembelajaran
Kemp dan Dayton mengelompokkan media ke dalam delapan jenis yaitu:
1.    Media cetakan meliputi bahan-bahan yang disiapkan di atas kertas untuk pengajaran dan informasi. Bentuk lain dari media cetakan adalah brosur dan newsletter. Selain itu, teks terprogram adalah salah satu jenis media cetakan yang banyak digunakan. Dalam buku teks terprogram , informasi disajikan secara terkendali. Kelebihan media ini diantaranya:
·         Siswa dapat belajar dan maju  sesuai dengan kecepatan masing-masing.
·         Di samping dapat mengulang materi dalam media cetakan, siswa akan mengikuti urutan pikiran secara logis.
2.   Media Pajang
Pada umumnya digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi di depan kelompok kecil.  Media ini meliputi papan tulis, flip chart, papan magnet, papan kain, papan bulletin dan pameran. Kelebihan media ini diantaranya:
·         Bermanfaat di ruang manapun tanpa harus ada penyesuaian khusus.
·         Pemakai dapat secara fleksibel membuat perubahan-perubahan sementara.
·         Mudah dipersiapkan dan materinya mudah digunakan.
·         Fasilitas papan tulis atau white board selalu tersedia di ruang-ruang kelas.
3.   Proyektor transparansi (OHP)
Transparansi yang diproyeksikan adalah visual baik berupa huruf, lambang, gambar maupun grafik. Ohp mempunyai kelebihan yaitu:
·         Pantulan proyeksi gambar dapat terlihat jelas pada ruangan yang terang.
·         Dapat menjangkau kelompok besar.
·         Transparansi dapat dengan mudah dibuat sendiri oleh guru.
·         Peralatannnya dapat dengan mudah dioperasikan.
·         Dapat disimpan dan digunakan berulang kali
4.   Rekaman audio tape
Materi rekaman audiotape adalah cara ekonomis untuk menyiapkan isi pelajaran atau jenis informaasi tertentu. Media ini mempunyai kelebihan diantaranya melatih daya analisis siswa, rekaman dapat digandakan dan rekaman memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendengarkan diri sendiri sebagai alat diagnosis guna membantu meningkatkan ketrampilan mengucapkan.
5.   Slide
Slide adalah suatu film transparansi yang berukuran 35 mm dengan bingkai 2 x 2 inci. Film bingkai diproyeksikan melalui slide proyektor. Beberapa kelebihan slide (film bingkai):
·      Urutan gambar apat diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan.
·      Isi pelajaran yang sama yang terdapat dalam gambar-gambar film bingkai dapat disebarkan dan digunakan di berbagai tempat secara bersamaan.
·      Gambar pada film bingkai tertentu dapat ditayangkan lebih lama dan dengan demikian dapat menarik perhatian dan membangun persepsi siswa terhadap konsep atau pesan yang ingin di sampaikan.
6.   Film atau video
Film atau gambar hidup merupakan gambar-gambar dalam frame di mana fame diproyeksikan melalui lensa proyektor secara mekanis sehingga pada layar terlihat gambr hidup. Media ini mempunyai beberapa kelebihan  yaitu:
·      Film atau video dapat melengkapi pengalaman-pengalaman dasar dari siswa ketika mereka membaca, berdiskusi, praktik dan lain-lain.
·      Dapat menggambarkan suatu proses secara tepat yang dapat disaksikan secara berulang-ulang.
·      Mendorong dan meningkatkan motivasi siswa.
7.   Televisi
Televisi adalah sistem elektronik yang mengirimkan gambar diam dan gambar hidup bersama suara melalui kabel atau ruang. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar melalui program televisi untuk berbagai mata pelajaran dapat menguasai mata pelajaran tersebut sama seperti mereka yang mempelajarinya melalui tatap muka dengan guru kelas. Kelebihan televisi sebagai media pembelajaran adalah:
·      Televisi dapat memancarkan berbagai jenis bahan audio visual
·      Dapat menyajikan model dan contoh-contoh yang baik bagi siswa.
·      Dapat memberikan kepada siswa peluang untuk melihat dan mendengar diri sendiri.
8.   Komputer
Komputer adalah mesin yang dirancang khusus untuk memanipulasi informasi yang diberi kode, mesin elektronik yang otomatis. Pemanfaatan komputer untuk pendidikan yang dikenal sering dinamakan dengan pembelajaran dengan bantuan komputer (CAI). Beberapa kelebihan diantaranya yaitu:
·      Komputer dapat mengakomodasikan siswa yang lamban menerima pelajaran.
·      Dapat merangsang siswa untuk mengerjakan latihan.
·      Komputer dapat berinteraksi dengan siswa  secara perorangan.
7)      Pengertian CD Interaktif
                        CD Interaktif menurut Hidayat (2008) adalah bahan ajar yang dikemas dalam bentuk compact disc (CD) yang isinya tidak hanya berupa teks dan grafis saja, melainkan dapat menggambarkan atau menunjukkan operasionalisasi langkah-langkah atau proses suatu kegiatan. CD Interaktif merupakan sebuah media yang menegaskan sebuah format multimedia dapat dikemas dalam sebuah CD dengan tujuan aplikasi interaktif di dalamnya. Sistem interaktif yang dipakai CD Interaktif sama persis dengan sistem navigasi pada internet, hanya yang berbeda di sini adalah media yang dipakai keduanya. CD Interaktif memakai media off line berupa CD sementara internet memakai media on line, jadi menggunakan CD Interaktif sama menariknya dengan menggunakan internet.
            Sedangkan menurut akhmadsudrajat.com/google.com ada beberapa kelebihan CD Interaktif yaitu:
1.      Bersifat fleksibel; dapat memilih materi maupun panggunaan waktu.
2.      Bersifat self-pacing; kontrol ada pada pengguna karena kecepatan belajar tiap individu berbeda.
3.      Bersifat content-rich; menyediakan informasi yang cukup banyak.
4.      Interaktif; komunikasi dua arah, ada respon/feedback.
5.      Cost effectiveness; adanya efektivitas biaya.
6.      Meningkatkan minat dan motivasi siswa.
Dan kekurangan CD Interaktif antara lain:
1.      Hanya berfungsi untuk hal-hal yang telah diprogramkan.
2.      Memerlukan peralatan komputer.
3.      Perlu kemampuan pengoperasian.
4.      Pengembangannya memerlukan adanya tim yang profesional dan memerlukan waktu yang cukup lama
8)      CD Interaktif sebagai Bagian dari Desain Komunikasi Visual
                        Tampilan halaman CD Interaktif merupakan sebuah proses komunikasi yang disampaikan secara visual. Kerja seorang perancang atau desainer komunikasi sebuah materi untuk dikonsumsi oleh sekelompok target komunikan, yaitu pengguna CD Interaktif adalah bagaimana materi tersebut dapat diterima oleh komunikan dengan efektif sesuai target yang diharapkan. Artinya reaksi yang diberikan oleh pengguna CD Interaktif harus sesuai tujuan dibuatnya sistem informasi tersebut. Desainer bertanggung jawab atas pemecahan masalah komunikasi dalam menyampaikan informasi tersebut sacara fungsional, elegan, sistematis, proporsional, sederhana, dan ekonomis. Demikian halnya pada perancangan sebuah CD Interaktif.
                        Sebagai sebuah produk, CD Interaktif merupakan hasil pemecahan suatu masalah berdasarkan pendekatan komunikasi visual. Rancangan cebuah CD Interaktif adalah sebuah desain komunikasi visual yang ditayangkan melalui monitor yang dapat dihadirkan pada saat tertentu. Layar monitor berfungsi sebagai media komunikasi visual yang tampilannya tidak berbeda dengan desain sebuah majalah atau surat kabar (Istanto, 2001:55), sehingga kaidah-kaidah perancangan CD Interaktif adalah kaidah-kaidah yang berkaitan dengan desain komunikasi visual.
Elemen-elemen CD Interaktif
            Seorang desainer menggunakan elemen-elemen pokok agar sebuah desain dapat secara efektif menyampaikan tujuannya. Elemen-elemen yang digunakan tersebut antara lain adalah tipografi, simbolisme, ilustrasi dan fotografi (Istanto, 2001:57). Sedangkan menurut Budi Sutedjo Dharma Oetomo (Oetomo, 2001) menyatakan ada 10 unsur yang dapat digunakan untuk merancang sebuah halaman CD Interaktif yang cantik dan artistik, yaitu huruf, warna, gambar, model kartun, foto, animasi, tiga dimensi, bentuk-bentuk geometri, tekstur, dan manusia.
Sistem yang Interaktif
                        Sistem yang interaktif dibentuk oleh teknik penyajian halaman-halaman pada layar monitor yang akan diakses oleh oemakai. Untukmembuat halaman Multimedia interaktif yang interaktif, faktor-faktor berikut perlu mendapatkan perhatian, seperti yang dikemukaan I.T. Hawryszkiews dalam (Oetomo, 2001:164).
     
C.          Tinjauan Tentang Hasil Belajar
                        Menurut Catharina Tri Anni dan Achmad Rifa’i (2009:85), hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh peserta didik setelah mengalami kegiatan belajar. Jadi hasil belajar adalah akibat dari suatu aktivitas yang dapat diketahui perubahannya dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan nilai sikap melalui ujian tes atau ujian. Oemar Hamalik (2001:30) menyatakan bahwa bukti seseorang telah belajar adalah terjadinya perubahan tingkah laku pada orang tersebut, dari  tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti. Hasil belajar manusia tampak dari perubahan aspek pengetahuan, pengertian, kebiasaan, ketrampilan, apresiasi, emosional, hubungan sosial, jasmani, budi pekerti dan sikap. Menurut William Burton dalam Oemar hamalik (2008:31) hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi, abilitas dan ketrampilan. Hasil belajar diterima murid apabila memberi kepuasan pada kebutuhannya dan berguna serta bermakna baginya. Hasil belajar dilengkapi dengan jalan serangkaian pengalaman-pengalaman yang dapat dipersamakan dan dengan pertimbangan-pertimbangan yang baik. Hasil-hasil belajar yang telah dicapai adalah bersifat kompleks dan dapat berubah-ubah jadi tidak sederhana dan statis.
                        Hasil belajar atau prestasi belajar mempunyai fungsi antara lain sebagai indikator pengetahuan yang telah dikuasai, sebagai daya serap atau tingkat pemahaman siswa. Dalam hal ini, belajar dapat juga berfungsi sebagai umpan balik dalam peningkatan mutu pendidikan. Menurut pendapat Bloom dalam Arikunto (2001 : 117) hasil belajar dibedakan menjadi tiga ranah, yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Ketiga ranah tersebut dibedakan karena ciri-cirinya yang berbeda. Kognitif berhubungan dengan pengembangan kemampuan otak dan penalaran siswa. Afektif berhubungan dengan pengembangan perasaan dan sikap siswa. Psikomotorik berhubungan dengan cara siswa pada waktu mengembangkan kedua hasil belajar tersebut, ketiga hasil belajar adalah saling berkaitan. Hasil belajar merupakan hasil yang dicapai siswa setelah proses belajar mengajar, hal ini dapat ditunjukkan dengan nilai yang didapat siswa. Keberhasilan belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
                        Hasil dari pembelajaran yang sebenarnya adalah tersalurnya ilmu yang didapatnya pada kehidupan nyata. Hasil belajar dapat dilihat dari kemampuan siswa dari tidak mengerti menjadi mengerti. Hasil belajar dinilai dari segi kognitif, afektif dan psikomotorik. Terdapat berbagai macam cara bagaimana guru menilai hasil belajar peserta didiknya. Hasil belajar yang jelas dapat dilihat adalah perolehan nilai output tiap siswa.
                        Guru, orang tua siswa, bahkan siswa itu sendiri dan instansi yang terkait pasti menginginkan hasil belajar yang optimal. Hasil belajar yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, tujuan institusi, tujuan kulikuler dan tujuan pembelajaran adalah yang diharapkan oleh siswa itu sendiri. Hasil belajar yang optimal dapat tercapai bila komponen yang terdapat dalam sekolah, pribadi siswa dan lingkungan berperan serta positif dalam memberi dukungan demi tercapainya tujuan yag telah dikemukakan di atas. Siswa itu sendiri harus berusaha dan sadar bahwa belajar adalah sebuah kewajiban. Sekolah dalam proses belajar mengajar dapat memberi yang terbaik, dengan tenaga pengajar, sarana prasarana, fasilitas penunjang pembelajaran, media dan metode pembelajaran yang digunakan oleh guru. Lingkungan juga sangat berpengaruh terhadap prestasi yang didapat oleh peserta didik.

D.          Pengaruh Penerapan Pendekatan PAKEM dengan Menggunakan       Media Pembelajaran CD Interaktif Terhadap Prestasi Belajar
                        Guru sebagai orang tua peserta didik di sekolah wajib mengarahkan, membimbing dan  mendidik agar peserta didik dapat menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas tetapi juga berbudi. Guru mendidik peserta didik di kelas dengan materi – metri pelajaran yang sudah disusun oleh pemerintah untuk membekali peserta didik agar dapat terjun ke dalam dunia kerja yang sebenarnya melalui berbagai mata pelajaran. Guru mengajar di dalam kelas dengan berbagai metode/ pendekatan dan media pembelajaran.
                        Sejak dulu, guru menggunakan pendekatan konvensional seperti ceramah yang dianggap sebagian besar peserta didik menjemukan karena tidak menarik bahkan membuat ngantuk. Guru sebagai pemegang peran utama, peserta didik kurang aktif dalam proses pembelajaran. Pembelajaran ini terkesan menjemukan dan membatasi pemikiran peserta didik. Peserta didik tidak dapat mengeksplorasi ide-idenyadan hanya bergantung pada jawaban guru. Media yang digunakan juga konvensional seperti LKS, dan buku pelajaran. Peserta didik membaca dan mengerjakan soal dari LKS tersebut. Dengan perkembangan jaman yang kian pesat seperti sekarang, media seperti itu sudah membuat peserta didik bosan.      
                        PAKEM merupakan pendekatan dalam pembelajaran yang menyenangkan karena peserta didik aktif dalam menggali ide-idenya untuk mencari jawaban yang tidak dibatasi oleh guru. Peserta didik juga dapat bekerja sama dan belajar bersama dengan temannya untuk mencari pemecahan permasalahan. Dengan pendekatan ini, siswa dapat lebih terpacu belajar karena tidak membosankan. Dalam pendekatan ini guru berperan sebagai fasilitator dan mengarahkan peserta didik untuk lmemilih dan mengemas media pembelajaran semenarik mungkin dan dapat lebih dipahami oleh peserta didik. CD Interaktif digunakan karena termasuk media pembelajaran baru yang berbasis teknologi yang sekarang dekat dengan kehidupan remaja. Media pembelajaran ini unik, mudah digunakan dan menyenangkan sehingga peserta didik tidak bosan dalam menggunakannya. Bila pendekatan PAKEM yang menyenangkan digabungkan dengan penggunaan media pembelajaran CD Interaktif, yang unik dan menarik minat belajar peserta didik, maka diharapkan prestasi belajar peserta didik dapat meningkat juga.       


BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
PAKEM adalah kepanjangan dari Pendekatan Aktif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan. Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan PAKEM lebih menyenangkan daripada hanya dengan metode konvensional karena siswa dapat terlibat secara aktif tetapi tetap menyenangkan. Ditunjang dengan penggunaan CD Interaktif sebagai media pembelajaran yang masih tergolong baru dan unik serta dekat dengan remaja sekarang tentu akan lebih menarik minat peserta didik untuk mempelajari mata pelajaran yang diajarkan. CD Interaktif merupakan sebuah media yang menegaskan sebuah format multimedia dapat dikemas dalam sebuah CD dengan tujuan aplikasi interaktif di dalamnya. Di dalamnya terdapat materi pelajaran, contoh soal, latihan soal yang tiap – tiap langkah untuk menuju langkah selanjutnya dihubungkan dengan tombol interaktif.
Jika guru dalam penyampaian mata pelajaran menggunakan metode yang menyenangkan dan media yang menarik minat peserta didik, maka diharapkan peserta didik dalam proses belajar mengajar akan lebih aktif dan pembelajaran dapat berjalan dengan efektif. Dengan begitu maka prestasi belajar dapat meningkat dan tujuan pembelajaran dapat tercapai.
B.     Saran
Penulis memberi saran agar dalam proses belajar mengajar guru tidak hanya menerapkan pendekatan konvensional kepada peserta didik agar proses pembelajaran lebih menyenangkan. Media yang digunakan juga dapat menggunakan berbagai macam alat, CD Interaktif adalah salah satu media pembelajara yang penulis sarankan. Dengan kombinasi pendekatan yang menyenangkan dan media yang menarik minat peserta didik, maka prestasi belajar peserta didik juga kan meningkat.
DAFTAR PUSTAKA

Afiati, Zahrida Nur. 2010. “Efektivitas Penggunaan Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) Dengan Bantuan Media Cd Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Akuntasi Pokok Bahasan Jurnal Umum Kelas XI IPS Di SMA Negeri 1 Bawang Kabupaten Banjarnegara Tahun Ajaran 2009/2010”. Skripsi. Universitas Negeri Semarang
Azhar, Arsyad. 2005. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
Ena, Ouda T. 2007. Membuat Media Pembelajaran Interaktif Dengan Piranti Lunak Presentasi (online) (http://www.ialf.edu/kipbipa/papers/OudaTeda Ena.doc) (27 Maret 2011)
Nurcahyati, Tri Indah. “Penerapan Macromedia Flash Untuk Meningkatan Prestasi Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Jurnal Penutup Dan Jurnal Pembalik Mata Pelajaran Akuntansi Di Sma Islam Sudirman Ambarawa”. Skripsi. Universitas Negeri Semarang
Nv-multimedia.blogspot.com/p/perkembangan-multimedia-cd-interaktif.html (31 Maret 2011)
Juliana, Ketut. 2009. Arti, Posisi dan Fungsi Media Pembelajaran. http://edukasi.kompasiana.com/2009/12/18/media-pembelajaran-arti-posisi-fungsi-klasifikasi-dan-karakteristiknya/ (27 Maret 2011)

No comments: